Mamasa,8/7/2026-Bupati Mamasa Welem Sambolangi menghadiri audiens dan koordinasi dengan para pejabat dari Kementerian kesehatan, Kementerian Keuangan, Pemprov Sulawesi Barat dan pihak World Bank terkait strategi pendampingan permormance Inprovemend Plan (PIP), penguatan tata kelola dan penganggaran serta aksererasi pencapaian indeks kinerja kesehatan Kabupaten Mamasa.
Kegiatan yang dilaksanakan secara hibrid ini (luring dan daring) diselengarakan di tempat wisata alam Adelwais Mamasa, Rabu 08/07/2026.
Pada kesempatan itu Bupati Mamasa Welem Sambolangi menegaskan agar di tengah keterbatasan anggaran saat ini seluruh program baik yang asalnya dari APBN maupun APBD sebisa mungkin langung menyentuh kehidupan masyarakat.
“Saya berharap dan maaf saya mengkritrisi pelaksanaan program pembangunan kesehatan selama ini yang terlalu banyak sosialisasi dan perjalanan dinas dimana biayanya lebih besar daripada program yang langsung berdampak kepada masyarakat. Oleh karena itu saya usulkan sekiranya program di masa mendatang fokus pada pelayanan langsung kepada masyarakat, misalnya pemberian bantuan sosial, ekonomi dan kesehatan yang tentunya akan berimbas pada peningkatan taraf kehidupan mereka dan yang pasti mengurangi angka kemiskinan dan stunting.” Demikian dijelaskan Bupati.
Bupati juga bersyukur dengan adanya kegiatan lintas Kementerian dan pemprov Sulbar tersebut yang tentunya membuka cakrawala berpikir ke depan dalam pembangunan kesehatan, penurunan angka stunting dan penurunan angka kemiskinan.
Pada kesempatan yang sama Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan RI, Fajar Fadly yang hadir secara Daring dalam pertemuan itu mengapresiasi masukan Bupati Mamasa terkait peruntukan anggaran evisiensi yang memang harus dapat langsung menjangkau kehidupan masyarakat, terutama masyarakat menengah ke bawah.
Fajar menambahkan progam kesehatan yang bekerjasama dengan World Bank telah memprioritaskan program penanganan stunting secara maksimal, imunisasi dan pelayanan persalinan secara akurat dan minim resiko kematian.
Senada dengan itu Ketua Tim Kerja Kebijakan dan Strategi Desentralisasi Kesehatan Kemenkes/BKPK Fadlie Abdika mengatakan bahwa rencana akasi yg terukur dan bermanfaat tentunya akan dibahas selanjutnya dalam pertemuan tersebut dan diharapkan dapat memberikan konstribusi positif bagi peserta dalam pelayanannya kepada masyarakat ke depan.
Audien yang dilaksanakan tersebut dihadiri oleh para kepala Puskesmas se Kabupaten Mamasa dan penggiat kesehatan lainnya.
Liputan: Hartanto