Berita Lengkap

DJKI Gelar Pemeriksaan Substantif Indikasi Geografis (IG) Kopi Mamasa

DJKI Gelar Pemeriksaan Substantif Indikasi Geografis (IG) Kopi Mamasa

Mamasa, 21/07/2026 – Pemerintah Kabupaten Mamasa menerima kunjungan Tim Verifikasi Substantif Produk Indikasi Geografis (IG) Kopi Arabika dan Robusta Kabupaten Mamasa dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum di Rumah Jabatan Bupati, Selasa (21/7/2026).

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Mamasa Welem Sambolangi, Wakil Bupati Mamasa H. Sudirman, Sekretaris Daerah Kabupaten Mamasa H. Muhammad Syukur, Tim DJKI yang dipimpin oleh Idris, S.T., M.Si., Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sulawesi Barat Saefur Rochim, Tim Penyusun IG Kopi Arabika dan Robusta Mamasa, serta jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Pemeriksaan substantif ini merupakan tahapan krusial dalam proses pengajuan serta penguatan perlindungan hukum terhadap produk unggulan daerah melalui skema Indikasi Geografis. Langkah ini dilakukan untuk memastikan karakteristik, kualitas, reputasi, dan keterkaitan khas Kopi Arabika maupun Robusta Mamasa dengan wilayah geografis asalnya.

Dalam sambutannya, Bupati Mamasa menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kunjungan tim verifikasi ke Kabupaten Mamasa.

“Suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami atas kunjungan ini. Tim verifikasi dapat melihat langsung daerah kami yang merupakan salah satu sentra penghasil kopi unggulan,” ujar Bupati.

Bupati juga berharap agar Kopi Mamasa segera memiliki identitas resmi dan memperoleh sertifikat Pengakuan Indikasi Geografis. Menurutnya, kepemilikan sertifikat IG akan meningkatkan nilai tambah, daya saing, serta nilai jual Kopi Mamasa di pasar nasional maupun internasional.

“Saya berharap Kopi Mamasa segera mendapat pengakuan dan memiliki identitas legal yang kuat, sehingga mampu meningkatkan kualitas dan nilai ekonomi bagi para petani kopi kami,” pungkas Bupati.

Sementara itu, perwakilan tim DJKI, Idris, menyampaikan pentingnya perlindungan Indikasi Geografis agar kopi khas daerah memiliki daya saing yang kuat di pasaran.

“Melalui pendaftaran Indikasi Geografis ini, kita ingin memperkuat identitas serta karakteristik unik produk kopi yang ada di Mamasa. Selama dua hari ke depan, kita akan membahas dan menelaah bersama dokumen deskripsi Kopi Arabika dan Robusta Mamasa,” jelasnya.

Laporan: Mika Kristian

Editor: Hartanto