Berita Lengkap

Program MBG di Mamasa Bukan Hanya Pemenuhan Gizi, Tetapi Mesti Meningkatkan Ekonomi Lokal

Program MBG di Mamasa Bukan Hanya Pemenuhan Gizi, Tetapi Mesti Meningkatkan Ekonomi Lokal

Mamasa, 29/09/2026 – Bupati Mamasa Welem Sambolangi membuka kegiatan Sosialisasi Penguatan Pengawasan Mutu dan Keamanan Pangan Segar yang diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mamasa di Kantor Satgas Mamasa, Selasa (29/09/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Koordinator Regional Makanan Bergizi Gratis (MBG) Sulawesi Barat bersama tim, para mitra dapur MBG di wilayah Kabupaten Mamasa, serta para pelaku usaha dan pemasok bahan pangan di Kabupaten Mamasa.

Dalam sambutannya, Bupati Mamasa menekankan pentingnya pengawasan terhadap mutu dan keamanan pangan, khususnya dalam mendukung pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Ia berpesan kepada seluruh mitra MBG agar menjalankan tugas secara optimal dengan mengutamakan kepentingan dan kesehatan anak-anak sebagai penerima manfaat.

“Saya berpesan kepada para mitra agar menjauhkan pikiran untuk mencari keuntungan semata dari program ini. Mari kita bekerja dengan nurani, bagaimana agar program ini dapat meningkatkan gizi anak-anak kita,” ujar Bupati.

Menurutnya, keberhasilan Program MBG tidak hanya diukur dari tersalurkannya makanan kepada penerima manfaat, tetapi juga dari kualitas, keamanan, serta kandungan gizi makanan yang diberikan.

Bupati juga menyinggung kejadian di Kecamatan Tabulahan, di mana sejumlah siswa dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dalam program MBG.

“Mengenai kejadian yang terjadi kemarin, saya sudah berkoordinasi dengan pengelola setempat Terdapat 20 siswa yang terdampak setelah mengonsumsi MBG. Namun, kita tetap menunggu hasil laboratorium. Saya berharap kejadian ini menjadi bahan evaluasi bagi kita semua. Mari betul-betul kita mengelola program ini dengan penuh tanggung jawab.” Jelasnya.

Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Mamasa terus melakukan koordinasi dan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab keluhan kesehatan yang dialami para siswa tersebut. Ia meminta seluruh pihak untuk tidak mengambil kesimpulan sebelum hasil pemeriksaan resmi diperoleh.

Ia juga mengingatkan seluruh pihak yang terlibat dalam penyediaan pangan agar memperhatikan setiap tahapan, mulai dari pemilihan bahan baku, proses penyimpanan, pengolahan, hingga pendistribusian makanan kepada penerima manfaat.

Selain aspek keamanan pangan, Bupati Mamasa juga mendorong para mitra MBG untuk mengutamakan penggunaan bahan pangan lokal dalam penyediaan makanan bagi penerima manfaat. Menurutnya, pemanfaatan produk lokal dapat membuka peluang pasar bagi para petani, pelaku usaha, dan pemasok bahan pangan di Kabupaten Mamasa.

“Mari kita gunakan bahan lokal kita seperti beras Mamasa, sayur dan buah nanas, saya harap para mitra dapat mengutamakan bahan lokal. Dengan begitu, program ini bukan hanya memberikan manfaat bagi anak-anak kita, tetapi juga dapat menggerakkan perekonomian masyarakat dan meningkatkan pendapatan para pelaku usaha lokal,” pesan Bupati.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Mamasa berharap pengawasan mutu dan keamanan pangan dapat semakin diperkuat, sehingga pelaksanaan Program MBG di Kabupaten Mamasa dapat berjalan dengan baik, aman, serta memberikan manfaat bagi peningkatan gizi anak sekaligus mendukung perekonomian masyarakat melalui pemanfaatan pangan lokal.

Laporan : Mika Kristian