Selasa, 26 /05/2026,- Pemerintah Daerah Kabupaten Mamasa melalui Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kabupaten Mamasa menggelar Kick off Meeting Penyusunan Arsitektur dan Peta Rencana Pemerintahan Digital Tahun 2026-2030 dengan Konsultan dari PT. Digitama Sinergi Indonesia sebagai Tenaga ahli.
Acara ini dihadiri oleh Kepala Bidang Teknologi Informasi, Fredy A. Langga Bersama seluruh pejabat fungsional dan staf Bidang Teknologi Informasi. Dalam arahannya Fredy A. Langga menegaskan bahwa Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018, Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) bukan sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan, dan akuntabel. Lebih dari itu, SPBE diarahkan untuk memberikan pelayanan publik yang berkualitas, cepat, dan terpercaya bagi masyarakat. Hal ini juga sebagai implementasi dalam mewujudkan Visi Misi Bupati Mamasa yaitu: “Mengoptimalkan Tata Kelola Pemerintahan dan Reformasi Birokrasi Berbasis Digital”.
“Kita menyadari bahwa pelayanan publik yang responsif kini menjadi kebutuhan utama. Oleh karena itu, penerapan Pemerintahan Digital adalah langkah strategis untuk membangun birokrasi pemerintahan yang lebih modern. Kita ingin memastikan bahwa seluruh elemen pemerintahan di Kabupaten Mamasa dapat saling terhubung secara holistik.” Kata Fredy.
Melalui Kegiatan Kick Off Meeting ini, Penyusunan Arsitektur dan Peta Rencana SPBE adalah cetak biru (blueprint) yang akan mendeskripsikan integrasi proses bisnis, data dan informasi, infrastruktur, aplikasi, serta keamanan. Dokumen ini nantinya akan menjadi pedoman dan panduan utama bagi seluruh perangkat daerah dalam mengembangkan sistem digital.
Dinas Kominfosandi Kabupaten Mamasa sebagai leading sector tidak akan bisa berjalan sendiri, keberhasilan penyusunan dan penerapan Pemerintahan Digital bukanlah tugas satu atau dua OPD saja. Pemerintahan Digital menuntut kolaborasi, sinergi, dan komitmen penuh dari seluruh OPD. Data, informasi, dan proses bisnis di setiap OPD harus saling terintegrasi agar tidak terjadi tumpang tindih aplikasi atau silo data di lingkup Pemerintah Kabupaten Mamasa.
“Saya berharap seluruh jajaran Dinas Kominfosandi terutama Bidang Teknologi Informasi serta seluruh OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Mamasa untuk proaktif, terbuka, dan kooperatif dalam memberikan data serta masukan kepada Tim Penyusun selama proses ini berlangsung, demi mewujudkan satu data dan satu layanan terpadu Kabupaten Mamasa.” Tambahnya.
Editor: Hartanto