Lambang Daerah
Lambang Daerah
Berikut adalah penjelasan Lambang Kabupaten Mamasa
Makna Lambang
Logo Mamasa Memiliki Dasar Bentuk Perisai (Unta’)
Di dalamnya terdapat 17 bagian simbol (unsur) yang menggambarkan sejarah, budaya, geografis/topografis, kekayaan alam, dan falsafah daerah yang tidak bisa dipisah satu sama lain.
Perisai (Unta’) Melambangkan batas wilayah Kabupaten Mamasa
Rantai Besi (Rante Bassi) Generasi berantai turun-temurun yang kokoh kuat
Bintang (Bittoeng) Ketuhanan Yang Maha Esa & masyarakat Mamasa yang menjunjung tinggi nilai agama & prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa sesuai Pancasila
Gunung (Tanete) Kondisi topografis Kabupaten Mamasa berada di wilayah pegunungan
Sawah dan Sungai (Uma dan Salu) Potensi pertanian, wisata, dan pembangunan
Padi (Pare), 17 butir Melambangkan tanggal proklamasi kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945 juga melambangkan kesejahteraan dan kemakmuran
Kapas (Kapa’), 11 buah Melambangkan tanggal pelaksanaan Sidang Paripurna DPR-RI saat pengesahan Undang-Undang pembentukan Kabupaten Mamasa & Kota Palopo menjadi undang-undang.
Runcingan Tiga Melambangkan Bulan Maret, sebagai bulan pelaksanaan sidang paripurna tersebut.
Rumah Adat (Banua Ada’) Keunikan budaya arsitektur rumah adat tradisional Mamasa & falsafah masyarakat Mamasa
Kerbau Belang (Tedong Doti) pada tiang utama rumah adat Melambangkan kekuatan dan status sosial masyarakat Mamasa
Sarung (Sambu) Keanekaragaman dan keunikan hasil karya tradisional masyarakat Mamasa
Dodo Ampire Kain tradisional klasik yang khusus dipakai kaum wanita pada upacara-syukuran
Lumbung (Alang) yang ada dalam logo dengan semboyan “MESA KADA DIPOTUO PANTAN KADA DIPOMATE” Melambangkan persatuan, kesatuan, dan kekeluargaan. Masyarakat selalu mengutamakan musyawarah untuk mencapai mufakat.
Paruh Burung Enggang (Alo’) pada kedua ujung pita Mengandung makna bahwa masyarakat harus senantiasa mengingatkan setiap langkah agar tidak tersesat.
Dua buah bintang bersudut lima di sisi kiri dan kanan tulisan “MAMASA” Melambangkan tahun 2002 tahun berdirinya Kabupaten Mamasa. Juga arti bahwa masyarakat dan pemerintah seimbang dalam mensejahterakan masyarakat dan mendukung pemerintah serasi.
Tali Besi yang melingkari perisai Masyarakat Kabupaten Mamasa senantiasa mengikat diri dalam kebersamaan dan keutuhan yang kuat untuk mempertahankan kedaulatan wilayah Kabupaten Mamasa
Semboyan Kabupaten Mamasa yang tertera dalam Lumbung/Alang adalah “MESA KADA DIPOTUO PANTAN KADA DIPOMATE” Maknanya: bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Artinya menekankan pentingnya persatuan dan kebersamaan dalam masyarakat Mamasa.