Berita Lengkap

Pemerintah Kabupaten Mamasa Menghimbau Warga Tidak Melakukan Pembakaran Lahan

Pemerintah Kabupaten Mamasa Menghimbau Warga Tidak Melakukan Pembakaran Lahan

Musim kemarau yang berkepanjangan berakibat terjadinya kebakaran hutan di sejumlah titik di Kabupaten Mamasa. Berdasarkan sumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamasa 31 kejadian kebakaran hutan dan lahan tercatat terjadi di sejumlah wilayah.

Tak hanya meninggalkan jejak asap dan lahan yang menghitam, rangkaian kebakaran tersebut telah berdampak pada area seluas sekitar 81,95 hektare.

Rincian kejadian kebakaran per 7/9/2026 meliputi Kecamatan Mamasa menjadi wilayah dengan kasus terbanyak yakni 13 kejadian tercatat terjadi di wilayah tersebut, dengan luas area terdampak mencapai sekitar 27,52 hektare.

Kecamatan Sumarorong mencatat enam kejadian dengan luas lahan terdampak sekitar 13,005 hektare.

Sementara itu, Kecamatan Tawalian dan Balla masing-masing mencatat empat kejadian. Kebakaran di Tawalian berdampak pada sekitar 9,5 hektare, sedangkan di Balla mencapai sekitar 13,005 hektare.

Adapun Kecamatan Tanduk Kalua tercatat mengalami tiga kejadian dengan luas area terdampak sekitar 10 hektare, sedangkan Mehalaan menjadi wilayah dengan jumlah kejadian paling sedikit, yakni satu kasus dengan luas terdampak sekitar 8,92 hektare.

Rekapitulasi tersebut menunjukkan bahwa ancaman kebakaran hutan belum sepenuhnya berakhir. Bahkan, kejadian masih tercatat hingga awal September, dengan lokasi kebakaran berada di kawasan hutan maupun lahan milik masyarakat.

Di tengah kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Mamasa kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan secara sembarangan.

Menurut BPBD, pencegahan menjadi langkah penting agar api tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar. Karena itu, masyarakat diminta ikut mengawasi lingkungan sekitar dan segera melaporkan apabila menemukan adanya kebakaran.

BPBD Mamasa menegaskan akan terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi setiap kejadian karhutla. Namun, upaya memadamkan api tidak hanya bergantung pada petugas.**

Editor: Hartanto

Foto: Imanuel